Powered By Blogger

Search

Tampilkan postingan dengan label Gangguan Komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gangguan Komunikasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Juni 2010

Efek Gagap Bicara dan Solusi Pengobatan Gagap

Efek gagap secara fisik mungkin tidak bergitu berpengaruh namun secara psikologis orang gagap biasanya minder dan malu memiliki kekurangan dalam hal berbicara di depan umum. orang gagap mungkin akan menjadi pendiam dan hanya bicara ke orang-orang yang dekat saja. rasa tidak percaya diri selalu ada terus-menerus dan mungkin ada rasa putus asa jika penderita gagap dikucilkan dan selalu dicemohkan orang yang berada di sekitarnya.

Untuk mengobati gagap diperlukan tekat. kerja keras serta dukungan dari orang-orang dekat. si penderita harus dibantu untuk melatih kegegapannya hingga sembuh dengan menggunakan metode-metode yang mungkin ada. untuk mengatasi efek psikis tadi diperlukan bimbingan konseling atau psikolog.

Mengatasi Penyakit Gagap

Penyakit gagap atau kesulitan berbicara secara lancar seringkali dialami oleh anak-anak berusia sekitar 2-3 tahun bahkan sampai 8tahun.Umumnya gagap merupakan dari penyakit keturunan, dan seringkali menimpa anak laki-laki. terkadang gagap disebabkan faktor keadaan yang dihadapi anak-anak.

Mengatasi anak-anak yang gagap, janganlah mengoreksi sewaktu ia berbicara. biarkan ia berbicara dengan tenang selama beberapa bulan. Hentikan kebiasaan menyuruh anak yang gagap berbicara di depan umum/tamu. ajak dia bermain dengan menguranginya berbicara.bersikap;ah tenang saat beada di dekat anak tersebut dan dengarkan pembicaraannya dengan seksama dan jangan mencoba menyelanya.untuk membantu penyembuhan dapat dilakukan dengan cara; memberinya minum air putih yang telah di diamkan selama 1-2 hari di dalam kendi tanah liat,dan diusahakan jangan berhenti pada saat meminumnya sebanyak 1-1,5liter sekali minum setelah itu tarik nafas dalam-dalam. lakukan cara ini selama tiga minggu.

Hal Yang Dapat Dilakukan Orang Tua Untuk Anak Yang Gagap

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menciptakan suatu suasana yang membantu bagi seorang anak:

  • Jangan menyuruh anak untuk selalu berbicara dengan tata bahasa yang benar. Biarkan anak untuk berbicara dengan nyaman dan menyenangkan.
  • Manfaatkan waktu makan bersama untuk melatih kelancaran berbicara anak. Hindari hal-hal lain yang mungkin mengganggu seperti televisi atau radio.
  • Jangan selalu mengkritik anak dengan ucapan seperti “pelan-pelan saja” atau semacamnya. Komentar semacam ini, walaupun diucapkan dengan niat baik, hanya akan membuat anak merasa semakin tertekan.
  • Ijinkan anak untuk berhenti berbicara jika ia merasa tidak nyaman.
  • Jangan menyuruh anak untuk mengulangi kata-katanya.
  • Jangan selalu menyuruh anak untuk berhati-hati dalam berbicara.
  • Ciptakan suasana yang tenang di rumah.
  • Berbicaralah dengan pelan dan jelas kepada anak.
  • Tataplah mata anak bila berbicara dengannya. Jangan melihat kearah lain dan jangan pula menunjukkan kekecewaan anda didepan anak.
  • Biarkan anak berbicara dan mengucapkan kalimatnya sampai selesai.
  • Yang paling penting adalah: seringlah berlatih! Jadilah contoh yang baik bagi anak dengan selalu berbicara dengan jelas.

Bantuan Yang Diperlukan Pada Anak Gagap

Seorang anak sebaiknya mulai mendapat bantuan khusus bila:

  • orang tua mulai merasa khawatir akan kelancaran berbicara anaknya
  • anak terlalu sering mengulang kata-kata atau bahkan seluruh kalimat
  • pengulangan suara-suara seperti “aa” semakin sering diucapkannya
  • anak tampak kesulitan saat akan berbicara
  • gangguan kelancaran berbicaranya semakin berat
  • mimik muka anak tampak tegang saat berbicara
  • suara anak terdengar tegang saat mengucapkan kata-kata bernada tinggi
  • anak sering menghindari keadaan dimana ia harus berbicara

Jika ada tanda-tanda diatas yang tampak saat anak berbicara maka sebaiknya orang tua mulai menghubungi dokter atau ahli terapi bicara. Semakin dini bantuan yang diberikan kepada seorang anak maka semakin baik pula hasil yang akan diperoleh.

Jumat, 04 Juni 2010

Gagap Pada Anak Usia Sekolah

Saat anak mulai memasuki usia sekolah, kemampuan dan keterampilan berbicaranya akan semakin terasah. Umumnya anak akan semakin lanca berbicara dan ia sudah tidak gagap lagi. Jika ia masih gagap, umumnya pada usia tersebut ia sudah mulai merasa malu akan hal tersebut. Anak seperti ini membutuhkan latihan khusus untuk membantunya dalam berkomunikasi.

Tanda-Tanda Awal Gagap

Umumnya tanda-tanda awal kegagapan terlihat pada usia dua tahun atau pada saat anak mulai belajar merangkai kata-kata menjadi suatu kalimat. Sering kali orang tua merasa jengkel dengan kegagapan anak, tetapi hal ini merupakan hal yang umum ditemui saat anak masih dalam tahap perkembangan berbicara.

Kesabaran merupakan sikap terpenting yang harus dimiliki oleh orang tua selama anak berada dalam tahap ini. Seorang anak mungkin mengalami gangguan kelancaran berbicara selama beberapa minggu atau bulan dengan gejala yang hilang timbul. Sebagian besar anak akan lancar berbicara dan tidak akan gagap lagi bila kegagapannya itu dimulai pada usia kurang dari 5 tahun.

Jenis-Jenis Gagap Menurut Fasenya

· Gagap Perkembangan

Terjadi biasanya pada usia 2-4 tahun. Kondisi ini tergolong wajar, karena merupakan rangkaian proses perkembangan bicara sang anak. Hal ini bisa saja terjadi karena ketidaksinkronan emosi anak dengan pengaturan alat bicara saat berbicara. Gagap perkembangan biasanya akan sembuh dengan sendirinya seiring bertambahnya usia anak

· Gagap Sementara

Anak berusia sekitar 5-8 tahun juga dapat mengalami gagap ini, karena faktor psikologis dari lingkungan, misal kecemasan, kepanikan, ketakutan. Jenis gagap ini akan lenyap sendiri meskipun tanpa terapi tertentu. Sebagai orang tua, kita hanya perlu bersabar dan jangan memarahi anak ketika menunjukkan gejala gagap.

· Gagap Menetap

Problem gagap ini biasanya dari usia 8 tahun sampai dewasa, bahkan sampai usia lanjut. Bila Sementara ini tidak disembuhkan tuntas, biasanya akan berlanjut sampai dewasa/tua. Penyebab masalahnya biasanya disebabkan oleh faktor psikologis, misalnya stress, kecemasan berlebihan, takut salah bicara, merasa rendah diri, merasa suaranya kurang enak didengar, merasa tidak percaya diri, dll.

Penyebab Gagap

Gagap bisa disebabkan oleh faktor fisik maupun psikologis. Penyebab fisik yaitu kemungkinan berasal dari keturunan yang menyebabkan ketidaksempurnaan secara fisik seperti gangguan pada syaraf bicara, gangguan alat bicara, keterbatasan lidah. Penyebab psikologis yaitu ketegangan yang berasal dari reaksi seseorang terhadap lingkungannya, stress mental karena sesuatu yang dirasakan tidak dapat dilakukannya.
Menurut penelitian, gagap lebih banyak disebabkan oleh faktor psikologis dibanding fisiologis. Trauma, ketakutan, kecemasan, dan kesedihan pada masa kecil bisa menyebabkan seseorang menjadi gagap sampai dewasa. Misalnya, anak yang kedua orang tuanya sering bertengkar, sehingga membuat anak takut, cemas, sedih, dan sering menangis. Cara bicara yang gagap ketika menangis bisa menjadi "kebiasaan" sampai dewasa.
Pengalaman kami membantu klien yang gagap lumayan banyak. Sehingga wajar apabila kami sama sekali tidak meragukan kemampuan kami untuk membantu klien yang menderita gagap. Bahkan kami memberi garansi kembali kepada setiap klien. Sebab itu, bagi Anda yang mengalami gagap dan sudah mencoba banyak cara untuk menghilangkan gagap tapi belum berhasil, bisa mencoba metode teknik penyembuhan gagap dengan hipnoterapi yang kami kembangkan.

Gagap

Gagap adalah suatu gangguan bicara di mana aliran bicara terganggu tanpa disadari oleh pengulangan dan pemanjangan suara, suku kata, kata, atau frasa; serta jeda atau hambatan tak disadari yang mengakibatkan gagalnya produksi suara. Umumnya, gagap bukan disebabkan oleh proses fisik produksi suara (lihat gangguan suara) atau proses penerjemahan pikiran menjadi kata (lihat disleksia). Gagap juga tak berhubungan dengan tingkat kecerdasan seseorang. Di luar kegagapannya, orang yang gagap umumnya normal.

Gangguan ini juga bersifat variabel, yang berarti bahwa pada situasi tertentu, seperti berbicara melalui telpon, tingkat kegagapan dapat meningkat atau menurun. Walaupun penyebab utama gagap tidak diketahui, faktor genetik dan neurofisiologi diduga berperan atas timbulnya gangguan ini. Banyak teknik terapi bicara yang dapat meningkatkan kefasihan bicara pada beberapa orang.

Salah satu teknik terbaru dalam penyembuhan ini adalah dengan pijat syaraf bicara di sekitar wajah, mulut dan leher seseorang yang gagap. Seseorang yang gagap mempunyai kecenderungan untuk tidak berbicara dalam kesehariannya. Hal ini menyebabkan otot dan syaraf bicaranya menjadi kaku, sehingga mulut menjadi lebih sulit digerakkan.

Setelah otot dan syaraf gagap lentur karena dipijat, barulah sang gagaap ini diberikan terapi bicara sesuai dengan usianya. Tentu saja terapi bicara bagi anak, berbeda dengan terapi bicara anak-anak. Bagi seseorang yang menderita gagap karena genetika, disarankan untuk selalu memijat syaraf ini setiap hari.

Kemampuan Yang Tertunda Pada Gangguan Fonologi / Artikulasi

Kadang, ada juga anak yang sampai usia 2 tahun baru bicara 1-2 patah kata. Namun selewat usia itu, bicaranya akan nyerocos, lancar sekali. Yang seperti ini, terang Mayke, bukan gangguan fonologis, melainkan hanya tertunda sesaat. Begitu alat-alat bicaranya memasuki saat matang (mature), dia akan bicara banyak.

Konsultasi Untuk Gangguan Fonologis / Artikulasi

Anak yang mengalami gangguan fonologis kriteria sedang hingga berat, biasanya terlambat pula perkembangan bicaranya. Misal, baru bisa bicara di usia 3 tahun, atau usia 2,5 tahun baru bisa menyebut Mama/Papa. Kemungkinan lain, meski sudah 2 tahun tapi kemampuan bicaranya masih tahap bubbling alias tanpa arti, seperti "ma...mapa...pa". Namun bahasa resetif atau penerimaannya cukup baik, hingga bila ia disuruh atau diajak bicara akan mengerti.

Yang seperti ini pun, saran Mayke, sebaiknya dibawa berkonsultasi karena bila dibiarkan berlanjut, kemungkinan anak akan mengalami gangguan fonologis lebih parah. Itu sebab, bila sejak usia 10 bulan atau setahun, anak mulai dapat menyebut "Mama/Papa", tapi selepas 2 dua tahun tak bertambah, kita harus curiga dan cepat minta bantuan ahli. Terlebih bila kita sudah cukup banyak memberi stimulasi atau rangsangan. Bisa dengan membawanya ke psikolog/psikiater lebih dulu untuk mengetahui apakah ia mengalami gangguan fonologis karena keterbelakangan mental, gangguan neurologis, atau sebab lain.

Bila masalahnya menyangkut gangguan yang tak bisa ditangani psikolog, sebaiknya anak dirujuk ke ahli lain, seperti neurolog atau ahli terapi bicara. Para ahli terapi bicara bisa ditemui di berbagai institusi yang melakukan terapi untuk anak autis atau anak yang mengalami gangguan perhatian. Mereka biasanya juga menangani anak yang mengalami gangguan bicara.

Sedangkan lama penanganan tergantung beberapa hal. Seperti berat-ringan gangguan, upaya/kesediaan orang tua untuk mengantar anaknya terapi secara teratur maupun melatihnya di rumah, serta kerjasama dari anak. Jadi, saran Mayke, kita jangan segan-segan menanyakan pada terapis apa yang perlu dilakukan di rumah untuk menangani anak. Harusnya terapis-terapis pun cukup terbuka untuk memberi saran atau masukan seperti itu.

Keahlian terapis juga mempengaruhi tenggang waktu yang dibutuhkan untuk menangani gangguan anak. Begitu pula penguasaan/pendalaman terhadap masing-masing bentuk gangguan, tingkat kesulitan, dan cara penanganan yang tepat untuk tiap gangguan tadi. Selain, terapis juga harus bisa membina hubungan baik dengan anak, hingga anak merasa senang mengikuti program tersebut. Sebaliknya, akan jadi kendala bila si terapis kaku dan tak bisa membujuk anak.

Terapi Berbicara Pada Gangguan Fonologi / Artikulasi

Bila penyebabnya kurang latihan atau stimulasi, akan lebih mudah dan relatif lebih cepat penyembuhannya asal mendapat penanganan yang baik. Namun bila dikarenakan gangguan neurologis, perlu dikonsultasikan ke ahli neurologi. Sementara jika berhubungan dengan keterbelakangan mental, biasanya relatif lebih sulit karena tergantung tingkat keterbelakangan mentalnya. "Kalau masuk kategori terbelakang sedang, pengucapan kata-kata anak biasanya juga sulit ditangkap. Akan tetapi dengan pemberian terapi bicara, pengucapannya bisa agak jelas, meski ada juga beberapa yang masih sulit dicerna oleh orang yang mendengarkannya," jelas Mayke.

Yang jelas, jika gangguannya masuk dalam taraf sulit, dianjurkan membawa anak berkonsultasi. Kriteria sulit: bila sudah mengganggu komunikasi atau kontak dengan orang lain, bahkan orang serumah pun tak mengerti apa yang dimaksudnya. Bila sudah ber"sekolah", gangguan ini bisa mempengaruhi prestasi. Misal, harus bernyanyi di depan kelas, tapi karena belum fasih membuatnya tak berani tampil. Jikapun berani, pengucapannya yang tak jelas akan memancing teman-teman mengolok-oloknya.

Dibutuhkan bantuan ahli terapi bicara untuk mengatasinya. Biasanya terapis akan menelaah kembali apakah si kecil mengalami gangguan speech motor. Gangguan speech motor ada yang bisa dilatih seperti halnya meniup lilin. Tak jarang perlu pula bantuan ahli THT untuk mengoreksi adanya gangguan pada organ-organ yang berhubungan dengan bicara yang berada di daerah mulut. Mungkin ada anak yang lidahnya tak terbentuk dengan baik, hingga terlalu pendek dan mempengaruhi kemampuan bicaranya. Cacat bawaan seperti sumbing juga bisa berpengaruh pada cara bicaranya, tapi gangguan ini bisa diatasi dengan operasi dan terapi bicara.

Kriteria Diagnostik Gangguan Fonologi / Artikulasi

  • Gagal untuk menggunakan suara yang semsetinya sesuai dengan fonem dan konsonannya,
  • Kesulitan untuk memproduksi suara sehingga mengganggu dalam akademik dan komunikasi sosial,
  • Jika terdapat MR, defisit motorik bicara atau sensorik, kesulitan untuk pemusatan lingkungan, mempunyai kesulitan bahasa melebihi gangguan fonologis biasa.

Gejala Gangguan Fonologi / Artikulasi

* Kegagalan bersuara dengan tepat

* Mengganti satu suara lain

* Hilang suara

Gangguan Fonologi / Artikulasi

Gangguan Fonologi adalah kegagalan untuk menggunakan bunyi-bunyi ujaran yang sesuai bagi usia individu usia dan dialek yang digunakan. Gangguan ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Sekitar 3% dari anak-anak pra-sekolah dan 2% dari anak usia 6-7 tahun memiliki kelainan ini, sedangkan yang berusia 17 tahun, hanya 0,5% yang terpengaruh. Penyebab gangguan fonologis pada anak-anak tidak diketahui. Kemungkinan karena komponen genetik, karena sebagian besar anak-anak dengan masalah ini mempunyai saudara dengan kelainan yang serupa.

Anak-anak yang bicaranya tak jelas atau sulit ditangkap dalam istilah psikologi/psikiatri disebut mengalami gangguan artikulasi atau fonologis. Namun gangguan ini wajar terjadi karena tergolong gangguan perkembangan. Dengan bertambah usia, diharapkan gangguan ini bisa diatasi.

Kendati begitu, gangguan ini ada yang ringan dan berat. Yang ringan, saat usia 3 tahun si kecil belum bisa menyebut bunyi L, R, atau S. Hingga, kata mobil disebut mobing atau lari dibilang lali. "Biasanya gangguan ini akan hilang dengan bertambah usia anak atau bila kita melatihnya dengan membiasakan menggunakan bahasa yang baik dan benar," jelas Dra. Mayke S. Tedjasaputra. Hanya saja, untuk anak yang tergolong "pemberontak" atau negativistiknya kuat, umumnya enggan dikoreksi. Sebaiknya kita tak memaksa meski tetap memberitahu yang benar dengan mengulang kata yang dia ucapkan. Misal, "Ma, yuk, kita lali-lali!", segera timpali, "Oh, maksud Adik, lari-lari."

Yang tergolong berat, anak menghilangkan huruf tertentu atau mengganti huruf dan suku kata. Misal, toko jadi toto atau stasiun jadi tatun. "Pengucapan semacam ini, kan, jadi sulit ditangkap orang lain," ujar pengajar di Fakultas Psikologi UI dan konsultan psikologi di LPT UI ini.

Pengobatan Untuk Gangguan Bahasa Ekspresif

Sebuah upaya yang terkoordinasi antara orang tua, guru, dan bicara / bahasa dan profesional kesehatan mental memberikan dasar untuk strategi pengobatan individual yang mungkin memasukkan atau kelompok, kelas khusus perbaikan individu, atau khusus
resources. sumber daya.

Teknik pendidikan khusus digunakan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dalam bidang defisit. Pendekatan membantu anak membangunnya / kekuatan untuk mengatasinya defisit komunikasinya.

Diagnosis Untuk Gangguan Bahasa Ekspresif

Sebagian besar anak dengan gangguan komunikasi yang pertama disebut dan evaluasi untuk pidato bahasa ketika mereka penundaan berkomunikasi dicatat. Seorang psikiater anak biasanya dikonsultasikan, terutama ketika masalah emosional atau perilaku
are also present. juga hadir. Sebuah evaluasi menyeluruh juga melibatkan pengujian psikometri (pengujian yang dirancang untuk menilai logis kemampuan penalaran, reaksi terhadap situasi yang berbeda, dan berpikir kinerja, bukan tes pengetahuan umum) dan
psikologis pengujian kemampuan kognitif.

Ada berbagai gangguan bahasa reseptif misalnya bahasa mungkin agak tertunda dan ekspresif bahasa mungkin akan sangat tertunda. Mengetahui jenis-ekspresif delay reseptif bahasa campuran ini penting karena perpecahan. Untuk satu anak mungkin menunjukkan kemampuan bahasa sangat tertunda menerima dan hanya sedikit tertunda
expressive language. bahasa ekspresif.

Kesulitan bahasa reseptif kemungkinan besar akan berdampak signifikan pada kemampuan untuk mengikuti arah dan memahami instruksi kelas. Anak ini akan membutuhkan bantuan ekstra (petunjuk tertulis, satu-satu waktu)
agar sukses.

Banyak masalah pidato perkembangan daripada fisiologis, dan dengan demikian mereka menanggapi instruksi perbaikan. Bahasa pengalaman sangat penting untuk perkembangan anak muda itu seorang.

Di masa lalu, anak-anak dengan gangguan komunikasi secara rutin dikeluarkan dari kelas reguler untuk pidato bahasa individu dan terapi. Ini masih terjadi di parah instances, tetapi tren ke arah menjaga anak dalam arus utama sebanyak mungkin. Untuk mencapai ini tujuan, kerja sama antara guru, terapis bicara dan bahasa, audiolog, dan orang tua sangat penting. perbaikan dan koreksi ini dicampur ke dalam kurikulum kelas reguler dan alam lingkungan anak.

Kemungkinan Penyebab Gangguan Bahasa Ekspresif

Komunikasi gangguan perkembangan atau mungkin diperoleh. Penyebabnya diyakini berdasarkan permasalahan biologi seperti kelainan perkembangan otak, atau mungkin oleh paparan racun selama kehamilan, seperti dilecehkan zat atau racun lingkungan seperti timbal. Faktor genetik kadang-kadang dianggap sebagai penyebab kontribusi dalam beberapa kasus.

Beberapa penyebab gangguan berbicara dan bahasa termasuk gangguan pendengaran, gangguan neurologis, cedera otak, keterbelakangan, penyalahgunaan obat, gangguan fisik seperti bibir sumbing atau langit-langit, dan penyalahgunaan vokal atau penyalahgunaan. Namun, penyebabnya tidak diketahui.

Untuk alasan yang tidak jelas, anak laki-laki yang didiagnosis dengan gangguan komunikasi lebih sering dibandingkan anak perempuan. Gangguan komunikasi sering memiliki gangguan perkembangan lain. Sebagian besar anak-anak dengan komunikasi
gangguan dapat berbicara pada saat mereka memasuki sekolah, mereka terus memiliki masalah dengan komunikasi.

Anak-anak usia sekolah sering memiliki masalah pemahaman dan merumuskan kata-kata. Lebih kesulitan dengan pengertian atau mengungkapkan ide-ide abstrak.

Tanda-Tanda Gangguan Ekspresif

Berikut ini adalah gejala yang paling umum gangguan komunikasi. Namun, setiap anak mungkin mengalami gejala yang berbeda.

a. Mungkin tidak berbicara sama sekali, atau mungkin memiliki kosakata yang terbatas untuk usia mereka.

b. Apakah kesulitan memahami petunjuk sederhana atau tidak mampu untuk nama benda.

c. Menunjukkan masalah dengan sosialisasi.

d. Ketidakmampuan untuk mengikuti arah tetapi pemahaman menunjukkan dengan rutin, arah berulang-ulang.

e. Echolalia (mengulangi kembali kata-kata atau frasa baik langsung atau di lain waktu.).

f. Ketidaksesuaian tanggapan ke "wh" pertanyaan

g. Kesulitan tanggapan yang sesuai untuk: ya / tidak pertanyaan, baik / atau pertanyaan, siapa / apa / mana pertanyaan, ketika / mengapa / bagaimana pertanyaan

h. Mengulang kembali pertanyaan pertama dan kemudian menanggapi mereka

i. Aktivitas tinggi tingkat dan tidak menghadiri untuk bahasa lisan

j. Jargon (misalnya bicara tidak dapat dimengerti)

k. Menggunakan "hafal" frase dan kalimat

l. Mereka mungkin memiliki masalah dengan kata-kata atau kalimat, baik pemahaman dan berbicara mereka

m. Belajar masalah dan kesulitan akademis

Sementara banyak bicara dan pola bahasa dapat disebut "bayi bicara" dan merupakan bagian dari anak normal pembangunan muda, Mereka bisa menjadi masalah jika mereka tidak terlalu besar seperti yang diharapkan.

Dengan cara ini suatu keterlambatan dalam pidato awal dan bahasa atau pola pidato awal dapat menjadi gangguan yang dapat menyebabkan kesulitan dalam belajar lebih mudah untuk belajar bahasa dan kemampuan komunikasi sebelum usia 5.

Gangguan mungkin mirip masalah lain atau kondisi medis. Always consult your child's physician for a diagnosis. Selalu berkonsultasi dengan dokter anak Anda itu untuk diagnosis.

Gejala Gangguan Bahasa Ekspresif

Seorang anak dengan gangguan bahasa reseptif juga mungkin memiliki gangguan bahasa ekspresif, yang berarti mereka memiliki kesulitan dengan menggunakan bahasa lisan.

Gejala berbeda dari satu anak ke berikutnya, tetapi bisa termasuk:

  • Sering menangkap kata yang tepat
  • Menggunakan kata-kata yang salah dalam pidato
  • Membuat kesalahan gramatikal
  • Mengandalkan pendek, konstruksi kalimat sederhana
  • Bergantung pada saham frase standar
  • Ketidakmampuan untuk 'datang ke titik' dari apa yang mereka katakan
  • Masalah dengan menceritakan kembali sebuah cerita atau menyampaikan informasi
  • Ketidakmampuan untuk memulai atau mengadakan percakapan.